warning virus komputer
warning virus komputer

Tips Paling Mudah Agar Komputer Tidak Terkena Virus

Posted on

“Data gw gak bisa dibuka… Padahal mau di print…”

“Data gw ilang…”

“Komputer/Laptop gw lemot banget nih…”

“Apa sih antivirus paling keren?”

“Gimana supaya komputer kita bebas dari virus?”

“Udah minta update lagi aja ini antivirus, mana filenya gede banget…”

“Komputernya kok gak di installin antivirus sih???”

And Many More…

Sekapur Sirih

Kira-kira itu gambaran keluhan dan pertanyaan yang sering kita temukan. Sebelumnya, ada diantara pembaca yang pernah ngalamin salah satu hal diatas???

Bingung nyari solusinya???

Tenang aja, di postingan kali ini saya akan share Cara Paling Mudah Agar Komputer Tidak Terkena Virus. Cara ini sudah saya buktikan sendiri dari tahun 2010 sampai tulisan ini dibuat, bukan dari katanya or copas dari artikel lain.

Selamat membaca ya…

Virus Komputer

ransomware ilustrasi
ransomware ilustrasi

Sebelum kita bahas solusinya, kita kenalan dulu sama makhluk yang satu ini. Menurut Wikipedia,

“Virus komputer merupakan program komputer yang dapat menggandakan atau menyalin dirinya sendiri dan menyebar dengan cara menyisipkan salinan dirinya ke dalam program atau dokumen lain. Virus komputer dapat merusak (misalnya dengan merusak data pada dokumen), membuat pengguna komputer merasa terganggu, maupun tidak menimbulkan efek sama sekali.”

Supaya lebih jelasnya lagi, kita ibaratkan virus adalah penyakit dan komputer adalah tubuh kita. Gimana, sutuju kan???

Tujuan Virus

Gak ada asap kalo gak ada api… Gak ada virus kalo gak ada yang membuatnya. Setuju lagi kan???

Kalo diliat dari “gaya bermain” si virus tersebut, kita bisa nyimpulin ada beberapa motif dibelakangnya.

Money

money alias duit
money alias duit

Hari gini siapa sih yang gak butuh sama uang??? “Pipis aja bayar”.

Udah jelas kali ya, contoh nyatanya sih WannaCry kemaren yang minta tebusan supaya file yang terinfeksi bisa “pulih” kembali, meskipun menurut saya sih gak ada jaminan juga. Bisa aja kita cuman dijadiin ATM berjalan sama si pembuat virus.

Eksistensi

Berbeda dengan motif diatas yang ingin mencari keuntungan, disini pembuat virus lebih mengedepankan kepuasan dan rasa ingin diakui, pastinya ini yang paling berbahaya. Dan biasanya semakin besar efek (kerusakan) yang ditimbulkan, semakin puas juga sipembuatnya. Mungkin menurut mereka virus adalah sebuah “mahakarya”. Menarik bukan???

Isenk

Hmmm… Ini yang paling “jelas” dan banyak kita temukan. Namanya juga isenk, biasanya sih dibikin sama orang-orang isenk yang isenk bikin virus haish… Tafsirin sendiri aja deh, bingung juga ngejelasinnya.

Trus siapa donk yang harus bertanggungjawab dari “penyakit menular” ini???

Antivirus???

Banyak juga yang beranggapan perusahaan antiviruslah yang membuat dan menyebarkan virus. Intinya sih supaya dagangan mereka laku. Tapi saya sendiri gak berani “menjudge” dan terlibat terlalu jauh. Analoginya seperti pasien yang berobat ke Rumah Sakit, masa iya Rumah Sakit tersebut tega menyebarkan penyakit supaya banyak pasien yang berobat ke situ???

Faktanya, banyak kasus tertangkapnya pembuat virus dan setelah dilakukan penelusuran, tidak terbukti memiliki hubungan dengan perusahaan Antivirus.

User

Saya rasa opini yang paling bijak, kembali lagi ke analogi penyakit dan tubuh kita. Semakin kita menjaga pola hidup sehat, semakin kecil kemungkinan tubuh kita terserang penyakit. Masalahnya, apa kita udah menerapkan “pola hidup sehat” tersebut selama ber komputasi???. Tak bijak rasanya jika hanya menyalahkan pembuat virus tanpa mengintrospeksi perilaku kita sehar-hari.

Sumber Virus

Ada yang udah tau dimana peredaran penyakit (virus) terbesar??? Jawabannya INTERNET.

Internet

internet
internet

Apa sih yang gak bisa kita dapet di Internet???

Informasi di belahan dunia aja dengan hitungan detik udah bisa tersebar kepelosok bumi lainnya. Begitupun dengan virus komputer, wajar kan kalo Internet merupakan media yang paling “pas” untuk menyebarkan penyakit.

Mau bukti??? Ransomware Wannacry contohnya…

ilustrasi internet crime
ilustrasi internet crime

Masih kurang??? Coba baca artikel ini.

Belum lagi Indonesia menempati peringkat ke 6 sebagai pengguna Internet di seluruh dunia (sumber). Kebayangkan betapa rawannya kita terserang virus?

Kalo ada pembaca yang bilang, “oh komputer saya gak ada koneksi internetnya, tapi kok tetep bisa keserang virus ya???”

Media Eksternal (USB, SD Card)

usb ilustrasi
usb ilustrasi

Selain media online (internet) virus juga dapat dengan mudah menyebar melalui media penyimpanan eksternal kayak USB, SD Card, DVD dan sebagainya. Belum lagi kebiasaan kita yang sering “ngunduh” film dari komputer temen melalui Flashdisk. Sangat besar kemungkinan penyakit tersebut terbawa kedalam USB yang kemudian kita tularkan kepada tubuh kita (PC/Laptop). Bisa narik kesimpulan juga kan kenapa Antivirus “selalu” melakukan “scanning” tiap kali ada media eksternal yang masuk ke PC kita?.

Software Bajakan

software bajakan ilustrasi
software bajakan ilustrasi

Point ini yang masih jarang disadari oleh masyarakat Indonesia pada khususnya. Agak sulit memang menanamkan pemahaman pentingnya sebuah lisensi dalam menggunakan aplikasi. Bahkan parahnya lagi fenomena ini terjadi di semua lini. Seperti yang kita ketahui, jika kesalahan dibiarkan terulang dan dilakukan secara massal, maka jadilah ia sebagai “pembenaran”.

Kalo disuruh milih makanan, yang pertama punya sertifikasi BPOM dengan harga yang “sedikit mahal” atau makanan kedua dengan kualitas rendah dan harga yang murah minus sertifikat BPOM yang tentunya gak ada jaminan bahan dan proses pembuatannya sehat. Lebih pilih mana???

Begitulah kondisi komputer kita, akan sangat tergantung dari makanan (software) yang kita konsumsi.

Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

Udah familiar kan sama istilah diatas???

Tapi tenang aja, disini saya gak bermaksud untuk “menghentikan” aktifitas kita di internet dan transfer data melalui USB kok, karena akan menjadi “hil yang mustahal” juga sepertinya.

Solusi Terbaik

solusi terbaik
solusi terbaik

Dari sekelumit penjelasan diatas, tentunya harus ada solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Disini kita tidak akan membahas solusi secara global seperti regulasi, hukuman dan aturan lainnnya. Kita hanya akan membahas sebagian kecil cara paling mudah agar komputer kita tidak terkena virus. Ada dua hal yang bisa kita lakukan, diantaranya.

Gunakan OS & Software Berlisensi (Orisinil)

software

ilustrasi software
ilustrasi software

Gak ada ruginya deh pakai Sistem Operasi dan Software asli, apalagi jika kedua hal tersebut kita gunakan untuk keperluan sehari-hari. Selain lebih aman dan mendapatkan support langsung dari developernya, kita juga terhindar dari “razia” software illegal. Jadi gak usah “was-was” juga kalo bepergian keluar negeri. Namun masalah lainnya muncul, yaitu “ribet” dan “mahal” yang tentunya tidak semua orang bisa menjangkaunya.

Ribet disini dalam artian aturan lisensi yang menurut saya pribadi terlalu “aneh”. Contohnya lisensi yang bersifat “tertanam” pada hardware tertentu. Jika ada kerusakan pada hardware (Motherboard/Hardisk) maka otomatis lisensi itu akan hangus (gugur) dan kita diharuskan untuk membeli lisensi baru. Soal harga saya rasa sifatnya relatif, toh sebanding dengan fungsi yang didapatkan.

Tinggal bagaimana caranya menyadarkan diri kita akan pentingnya menggunakan software dan sistem operasi legal.

Antivirus, Perlukah???

antivirus ilustrasi
antivirus ilustrasi

Mencegah lebih baik daripada mengobati, dengan syarat Antivirus yang digunakan adalah asli (bukan crack-an). Aneh aja kalo mau mengobati penyakit dengan mendatangkan penyakit lainnya (crack).

Usahakan antivirusnya selalu update sehingga bisa mendeteksi dan menangani virus jenis baru. Lebih baik lagi jika Premium. Satu lagi hal yang penting, selalu baca dokumentasi yang disediakan dan jangan asal menginstall beberapa antivirus karena mungkin saja akan terjadi error. Namun tentu saja hal ini akan menyebabkan sistem kita bekerja lebih ekstra, belum lagi dengan file update yang berukuran besar. Dan masalah lainnya yaitu dibutuhkan koneksi internet.

Beralih Ke GNU/Linux

logo gnu linux
logo gnu linux

Ini solusi yang saya lakukan yaitu beralih menggunakan Sistem Operasi bebas dan terbuka (Open Source) yaitu GNU/Linux yang bisa kita dapatkan secara GRATIS dan tentu saja lebih “kebal” virus. Hal ini juga yang menjadi solusi bagi pengguna yang selalu bersembunyi dengan dalih “tidak punya uang” (malas) untuk membeli Sistem Operasi dan Software berlisensi. Sampai sekarang, saya belum pernah ngalamin masalah yang wah dengan virus, paling mentok data (folder) di USB yang di hide sama virus setelah sebelumnya USB tersebut saya gunakan di komputer lain (windows).

Untuk pengembangan artikel mengenai GNU/Linux akan saya bahas pada postingan lainnya.

Kesimpulan

Tentunya keputusan tetap berada pada kita sebagai pengguna akhir (user). Masih tetep “kekeuh” menggunakan OS dan Software bajakan dengan segala resikonya atau beralih ke OS dan Software legal yang lebih terjamin kualitas dan keamanannya.

Semoga apa yang saya share ini bermanfaat, kalo ada yang punya tips lainnya atau pengalaman sejenis, bisa disampaikan pada kolom komentar.